Banyak orang mungkin membayangkan kehidupan seorang raja hanya diisi dengan acara kenegaraan dan upacara resmi. Namun, Raja Willem-Alexander dari Belanda punya cerita berbeda. Di sela-sela tugasnya sebagai kepala negara, ia rutin menerbangkan pesawat sebagai kopilot untuk KLM, lho.
Kehidupan Ganda Sang Raja
Sejak tahun 1990-an, Raja Willem-Alexander telah menjadi pilot paruh waktu untuk KLM Cityhopper, anak perusahaan KLM yang melayani rute regional. Ia menggunakan nama samaran Meneer van Buren untuk menjaga identitasnya. Nama ini diambil dari gelar tidak resmi keluarga kerajaan Belanda.
Di kokpit, ia berbaur dengan kru lainnya dan mengenakan seragam standar maskapai. Ia bahkan sering menyapa penumpang tanpa mengungkap jati dirinya. "Bahkan jika seseorang mengenali suara saya, sebagian besar orang tidak mendengarkan dengan saksama," ujarnya sambil bercanda.
Bukan Sekadar Hobi
Bagi Raja Willem, terbang bukanlah sekadar hobi. Ia menganggapnya sebagai tanggung jawab penuh. "Kamu memiliki pesawat, penumpang, dan awak. Kamu bertanggung jawab atas mereka. Kamu tidak bisa membawa masalah dari darat ke langit. Kamu bisa sepenuhnya melepaskan diri dan berkonsentrasi pada hal lain. Itulah bagian paling menenangkan dari terbang," ungkapnya.
Kecintaannya pada dunia penerbangan sudah dimulai sejak muda. Ia mendapatkan Lisensi Pilot Pribadi pada tahun 1985 dan menjadi pilot sukarelawan di Kenya. Pada 1994, ia meraih Lisensi Pilot Militer. Bahkan, ia mengaku akan menjadi pilot profesional jika tidak lahir sebagai anggota kerajaan.
Jam Terbang yang Konsisten
Meski sudah naik takhta pada 2013, Raja Willem tetap terbang dua hingga tiga kali sebulan. Untuk menjaga lisensi komersialnya, ia harus mencatat 150 jam terbang setiap tahun. Selama lebih dari 20 tahun, ia menerbangkan pesawat Fokker 70, lalu beralih ke Boeing 737, dan kini sedang menjalani pelatihan untuk Airbus A321neo.
Keahliannya bahkan dimanfaatkan untuk tugas kenegaraan. Pada 2024, ia menerbangkan pesawat pemerintah untuk kunjungan kerajaan ke Georgia, membawa Ratu Maxima hingga ke Atlanta.
Menjaga Anonimitas
Setelah peristiwa 9/11, keamanan di kokpit semakin ketat. Pintu kokpit yang dulu sering terbuka kini selalu tertutup, sehingga memudahkan Raja Willem untuk terbang tanpa dikenali. Berjalan di Bandara Schiphol dengan seragam pilot, ia jarang mendapat perhatian khusus.
Terbang sebagai Pelarian
Terbang memberi Raja Willem kesempatan untuk melepaskan diri dari tekanan kerajaan. "Ini cara yang fantastis untuk meninggalkan tugas kerajaan di darat dan sepenuhnya fokus pada hal lain," jelasnya. Konsentrasi tinggi yang dibutuhkan di kokpit membantunya rileks dan menikmati momen.
Rahasia ini terungkap dalam wawancara pada 2017, saat ia telah 21 tahun terbang secara rahasia. Ia menggambarkan perannya sebagai pilot tamu yang tetap bisa kembali ke Belanda dengan cepat jika ada keadaan darurat.
Raja Willem bukan satu-satunya bangsawan yang hobi terbang. Pangeran Philip, mendiang Adipati Edinburgh, tercatat memiliki hampir 6.000 jam terbang. Sementara Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, dan Ratu Suthida juga merupakan pilot terlatih.